
Kisah nyata kasus pelecehan seksual terjadi pada wanita bernama Sharlene yang kini berusia 21 tahun.
Meski masih perih saat mengingat tragedi pahit yang menimpanya, ia bersedia menceritakan kisahnya melalui laman Facebook Live Action.
Kini Sharlene menjadi orangtua tunggal karena saat berusia 15 tahun dirinya menjadi korban pemerkosaan hingga hamil.
Pria yang telah menghamilinya pun tak bertanggung jawab.
Bahkan ia sempat disarankan untuk melakukan aborsi, namun ia tidak bersedia.
Alasannya itu yang membuat banyak orang marasa kagum terhadapnya.
Menurutnya, jabang bayi yang sedang dikandungnya walaupun hasil dari tragedi pahit dalam hidupnya, namun ia juga korban seperti dirinya jika diaborsi.
"Bayi perkosaan hanya korban yang tidak bersalah, dan orang-orang berpikir mereka harus dibunuh," ucapnya.
Padahal yang seharusnya dihukum atau bahkan harusnya dibunuh, lanjutnya, adalah sang pemerkosa karena jelas dia yang bersalah.