
Keputusannya untuk melahirkan bayinya sempat ditentang banyak orang, namun dengan tekad yang kuat ia bisa membesarkan anaknya itu hingga kini.
Ada satu pandangannya terkait hal ini, katanya, obat yang paling bisa menyembuhkan trauma dan rasa benci terhadap tragedi pemerkosaan adalah cinta.
Yakni mencintai anak dan membesarkannya secara baik.
"Anak ini membantu aku menyembuhkan trauma dari perkosaan dan menghidupkan kembali kebahagiaanku setiap harinya," katanya.
Kisah Sharlene itu pun mendapat banyak tanggapan dari netizen, terutama mereka salut dengan tindakannya yang tidak melakukan aborsi.
"... Pemerkosaan memang mengerikan. Ini benar-benar salah. Tapi aborsi itu juga salah karena mengambil hak orang untuk hidup. Terima kasih sudah bicara. Tuhan memberkati anda," tulis Ruth Stacy Hoopes.
"Ada wanita yang sangat tak berperasaan di sini mengatakan "BANYAK WANITA TIDAK MERASA MENYESAL SETELAH MELAKUKAN ABORSI"
Pernyataan itu hanya sebagai alasan pembenaran bahwa aborsi tidak salah.
Aku senang wanita ini berbagi kisah cinta yang menakjubkan untuk anaknya...," tulis Heather Elrayes.